Pintu lift terbuka. Belum sempat eunhyuk membalasnya ryeowook sudah berjalan keluar lift.

“Hah! Sombong sekali dia itu. Tapi akulah yang akan jadi pemenang terakhirnya.”kata eunhyuk menyeringai

Sampai di dorm ryeowook langsung pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan para hyungnya yang memanggilnya dari tadi. Tak berapa lama kemudian eunhyuk pun datang. Para member yang lain mulai merasa curiga kembali. tapi mereka menahannya sampai yesung dan donghae kembali. ketika yesung dan donghae kembali mereka segera menanyakan apa yang terjadi. Donghae dan yesung terlihat bingung. Karena yang mereka lihat ryeowook dan eunhyuk tidak bertemu satu sama lain.

“Ryeowook pulang langsung mengurung diri?”tanya yesung bingung

“Eunhyuk pulang dengan wajah kesal?”tanya donghae yang sama bingungnya

“Kalian ini, kenapa malah balik nanya? Kan kalian yang membuntuti mereka.”jawab leeteuk

“Tapi memang mereka gak bertemu hyuuuung.”kata donghae ngotot

“Atau jangan-jangan mereka bertemu di lift?”tebak yesung

“Mungkin saja. Soalnya eunhyuk pulang tak berapa lama ketika ryeowook pulang. Aku rasa mereka bertemu di lift.”kata sungmin

“Aiish jinjja! Bagaimana ini? Sekarang mereka dimana?”tanya yesung

“Dikamar masing-masing,”jawab kyuhyun

“Aku akan menemui ryeowook,”kata yesung

“Aku juga akan menemui eunhyuk,”tambah donghae

“Tapi ingat kalian jangan langsung to the point. Ok?”leeteuk mengingatkan

“Ne, arasseo hyung.”jawab mereka berbarengan

@YEWOOK’S ROOM…

“Hai wookie-ah, sedang apa? Gak ikut kumpul bareng yang lain?”tanya yesung

“Eh hyung, ah ani. Aku lelah. Kau sendiri?”

“Nado. Aku ingin istirahat.”jawab yesung

“Hmm kau belanja banyak sekali. Buat rinmi kah?”lanjutnya

“Ne, ini buat rinmi.”jawabku sedikit malu

“Hahaha kenapa wajahmu jadi merah gitu. Kau ini lucu sekali. Tapi kenapa wajahmu terlihat kesal?”tanya yesung lagi

“Ah, gwaenchana. Aku hanya terlalu capek hyung. Haha”katanya dengan tertawa yang dipaksakan

“Ah geurae. Boleh aku lihat apa yang kau beli?”

“Tentu saja.”ryeowook mengeluarkan barang-barang yang ia belikan untuk rinmi

“Bagaimana menurutmu?”tanya ryeowook

“Ini bagus wookie-ah. Seleramu bagus juga.”kata yesung

“Hahaha kau bisa saja. Aku harap dia menyukainya.”kata ryeowook

“Tenang aku yakin dia menyukainya.”kata yesung

“Aah baiklah. Aku rapikan dulu dan aku ingin tidur sekarang.”kata ryeowook seraya merapikan barang-barangnya

“Geurae. Tidurlah yang nyenyak.”jawab yesung

Dalam hitungan detik ryeowook pun sudah tertidur pulas.

“Dalam tidur pun kau masih saja terlihat sedih wookie. Banyak sekali beban dalam hidupmu.”batin yesung

Yesung pun keluar kamar dan mendapati eunhyuk dan donghae sedang bicara. Yesung hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar. Masih terlihat jelas kemarahan di wajah eunhyuk. yesung semakin khawatir dengan keadaan ryeowook.

“Apa aku ceritakan semuanya pada rinmi ya?”pikir yesung

“Aaah tidak tidak. Pikiran apa itu kim jong woon?? Itu sama saja kau menjerumuskan ryeowook.”lanjut yesung

Sekilas yesung melirik kearah mereka. Masih terlihat donghae sedang berbicara tapi di potong oleh eunhyuk. “Sepertinya eunhyuk serius sekali tentang persaingan ini.”kata yesung. Selesai bicara eunhyuk langsung pergi dan ketika melihat yesung eunhyuk hanya menatapnya datar dan meninggalkannya.

“Donghae-ah?”tanya yesung

“Mian hyung sepertinya eunhyuk benar-benar marah. Aku bingung ada apa sebenarnya.”isak donghae

“Uljima donghae-ah. Kau jangan seperti ini. Aku sudah pusing memikirkan masalah mereka.”kata yesung

“Mian hyung. Aku juga pusing dan capek dengan mereka. Hah! Dia pun gak mau cerita denganku.”jawab donghae

“Sudahlah. Kita buat suasana seperti biasa ya, setidaknya sampai kita pulang ke korea.”pinta yesung

“Ne hyung.”jawab donghae

Keesokan harinya, super junior tiba kembali di korea setelah perjalanan 3 hari mereka di jepang untuk acara fansmeeting.

“Aah aku sudah tidak sabar bertemu rinmi. Nanti malam aku akan ke dormnya untuk memberikan hadiah ini.”kata ryeowook

“Begitu sampai di dorm aku akan langsung bertemu rinmi. Aku rindu padanya.”kata eunhyuk semangat

Mereka pun segera memasuki mini bis yang memang disewa untuk mereka. Sesampainya di dorm mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Setelah menaruh tas dan barang-barangnya, eunhyuk segera menuju dorm rinmi.

*TING TONG* eunhyuk membunyikan bel. Tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Eunhyuk mencoba menghubungi rinmi. Tetapi tidak diangkat. “Mungkin dia sedang kuliah. Kalau begitu nanti malam aku akan datang lagi.”kata eunhyuk sambil kembali ke dormnya.

Siang itu rinmi dan eunmi sedang berjalan-jalan di pantai yang kemarin mereka datangi. Rinmi sengaja tidak membawa handphonenya. Dia tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Hari ini rinmi ingin menikmati hari-harinya. Ketika sedang berjalan, tiba-tiba ada yang menimpuk punggung rinmi dari belakang. Sontak rinmi langsung menoleh dan melihat eunmi siap untuk melemparnya lagi.

“YAK! HAN EUNMI! Sedang apa kau! Punggungku kotor tau!”kesal rinmi

*BUK* rinmi terkena lemparan pasir yang kedua kalinya. Dia pun segera membalas eunmi dan melempar pasir tepat ke tubuh eunmi.

“AWW! PARK RINMI! SAKIT TAU!”katanya sambil membersihkan tubuhnya

“Siapa suruh ngelempar aku duluan, sakit kan?”katanya sambil tertawa

“Ya abis kau bengong terus dari tadi. Yaudah aku kerjain aja sekalian.”kata eunmi enteng

“Ya! kau ini.”rinmi segera berlari mengerjar eunmi yang sudah terlebih dahulu berlajri meninggalkannya

Mereka pun saling mengerjar satu sama lain. Hari itu rinmi sangat senang. Seperti terlepas dari beban yang mengikutinya. Dia lupa tentang masalah yang sedang ia hadapi. Karena terlalu asik, mereka sampai lupa waktu. Hari sudah menjelang sore. Mereka putuskan untuk segera pulang.

Sesampainya di rumah, mereka segera mandi dan siap untuk makan malam. Karena rinmi seorang muslim, ia harus melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. Ketika selesai sholat, sempat melihat ponselnya dulu. Dia sangat kaget karena ada 13 misscall dari eunhyuk. rinmi tidak memikirkannya. Ditinggalkannya posel itu dan dia langsung turun untuk  makan malam.

Malam itu setelah selesai makan eunhyuk segera pergi ke dorm rinmi lagi. Dia sudah siap dengan hadiahnya. Ketika sampai di depan dormnya, eunhyuk segera menekan bel. Tapi tidak ada sahutan lagi dari si empunya. Eunhyuk mulai bingung dan khawatir. “Apa dia masih marah padaku?”tanyanya. akhirnya eunhyuk pulang dengan kecewa. Dia pun mencoba menelpon dan meng-smsnya. Tapi tak ada tanggapan. Eunhyuk pun mencoba bersabar sebentar lagi. Dia pikir rinmi masih marah padanya.

Ryeowook masih belum siap untuk bertemu rinmi sekarang. Dia takut kalau rinmi akan marah lagi terhadapnya. Akhirnya ryeowook memberikan waktu sampai besok untuk menenangkan dirinya dan memantapkan hatinya saat bertemu rinmi lagi.

Setelah makan malam dan membantu mencuci piring, rinmi dan eunmi segera kembali ke kamar. Saat rinmi melihat ponselnya kembali sudah da 15 misscall dan 7 sms dari eunhyuk dan 7 misscall dari ryeowook.

“Kenapa sih mereka selalu menggangguku? Terlebih ryeowook aku masih kesal dengannya.”gerutu rinmi

“Kau kenapa ngomel-ngomel sendiri?”tanya eunmi

“Ah gak, aku hanya sedang kesal dengan seseorang.”jawabnya

“Nuguya?”tanya eunmi penasaran

“Bukan siapa-siapa. Temanku di Indonesia.”kataku bohong

“Dia kenapa?”tanya eunmi lagi

“Aniyo. Gwaenchana eunmi-ya.”kataku meyakinkan

“Hmm geurae. Yasudah aku mau membaca novel dulu ah.”kata eunmi sambil menuju rak bukunya

Aku masih menatap ponselku. Sms yang diberikan eunhyuk isinya hamper sama semua. rata-rata menanyakan aku dimana, kenapa tidak jawab telepon dll. Malas aku menjawabnya. Akhirnya kuputuskan untuk mengganti nomorku sementara aku disini.

“Besok aku akan beli nomor baru.”kataku

“Eunmi-ya. besok antarkan aku untuk beli nomor baru ya.”pintaku

“Memang kenapa nomormu?”tanya eunmi

“Sepertinya sedikit error. Aku mau beli dulu nanti aku coba lagi kalau sudah bisa.”kataku

“Baiklah, besok aku antar.”katanya tanpa mengalihkan pandangan dari novel

“Aku harus bisa meluapakan kalian setidaknya persaan ini.”batin rinmi

Keesokan harinya…

“Akhirnya aku ganti nomor.”kataku senang

“Aku minta nomormu ya,”pinta eunmi

“Ok boss.”jawabku sambil mengangkat tangan sikap hormat

Eunmi hanya terkekeh melihatku. Kami pun langsung pulang karena hari ini kami tidak ada rencana untuk pergi. Hanya dirumah. Ibunya eunmi meminta kami untuk membersihakan gudang karena sudah banyak yang menumpuk. “Siapa tau ada yang masih bagus, lumayan kalau dijual”kata ibunya eunmi pada kami. Kami hanya mengangguk paham.

Ketika sedang sibuk membersihkan rinmi melihat sebuah boneka monyet yang sanagt lucu. Tiba-tiba rinmi teringat dengan eunhyuk (mian oppakeingetnya gara-gara boneka monyet).

“Boneka monyet yang lucu, mirip dengan eunhyuk kalau sedang tersenyum.”kataku tersenyum

“Kenapa senyum-senyum sendiri? Rinmi!”tanya eunmi

“Ah ani, aku hanya teringat seseorang.”kataku

“Ambillah kalau boneka itu bisa membuatmu senang. Itu boneka pemberian seseorang.”kata eunmi. Tetapi seketika wajahnya berubah sedih. Aku jadi bingung ada apa denagnnya? Atau jangan-jangan ada kenangan buruk dengan boneka itu sampai membuatnya bersedih seperti ini.

“Eunmi-ya, aku tidak bisa menerimanya. Sepertinya ini berharga buatmu ya?”tanyaku hati-hati

“Gwaenchana. Itu masa laluku. Tidak apa. Ambillah.”katanya dengan senyum yang dipaksakan

“Ne, aku terima.”kataku

Aku tidak mau membuatnya tambah sedih jadi kusimpan boneka itu lalu kulanjutkan pekerjaanku. Selama memebrsihkan gudang hatiku tidak tenang kareng memikirkan kejadian tadi. “Sepertinya eunmi menyembunyikan sesuatu, tapi sudahlah toh itu masalah pribadinya untuk apa aku ikut campur”pikirku. Tak terasa hari sudah menjelang sore ketika kami selesai dengan pekerjaan kami. Setelah selesai kami segera melepas lelah dengan meneguk segelas sirup dingin dan segar yang ibu eunmi buatkan untuk kami.

“Haaaa capeknya”kataku setelah meneguk yang terakhir

“Iyaaa aku juga, sudah lama tidak kerja seperti ini hahaha”balas eunmi

“Badan jadi lebih segar ya?”lanjutnya

“Iya, sepertinya enak kalau mandi air panas.”kataku

“Itu ide bagus. Abis ini kita mandi yuk!”ajaknya

“Ayooo”jawabku senang

Hari itu cuaca di incheon sangat baik. Tapi tidak dengan di seoul. Hari ini seoul hujan deras. Orang-orang pun malas untuk bepergian karena udara dingin yang menusuk tulang. Lebih baik di dalam rumah dan meminum coklat panas. Tapi tidak dengan ryeowook hari ini dia putuskan untuk pergi ke rumah. Setelah siap, ryeowook pun segera pergi ke dorm rinmi.

*TING TONG*

“Rinmi-ya, ini aku ryeowook. Bukalah. Ada yang ingin aku bicarakan.”kata ryeowook

Namun tak ada sahutan. Ryeowook mencoba memanggil kembali.

“Rinmi-ya. ini aku ryeowook.. apa kau masih marah padaku? Jebal bukakan pintunya. Aku mau menjelaskan semuanya.”kata ryeowook dengan nada memohon.

Tapi tetap sama. Tidak ada sahutan.

Ryeowook pun pulang dengan kecewa. Dia pikir rinmi masih marah padanya karena kejadian waktu itu.

“Apa kau semarah itu padaku? Aku tau aku salah. Aku membohongimu untuk hal semacam itu, tapi aku tak tau kalau kau akan semarah ini padaku. Rinmi-ah aku mohon maafkan aku.” Isak ryeowook di kamarnya

Tiba-tiba yesung masuk. Ryeowook segera mengahapus air matanya agar tidak terlihat oleh yesung.

“Wookie, kau gak jadi kerumah rinmi?”tanya yesung

“Sudah hyung, tapi sepertinya tadi gak ada orang di rumahnya.”kataku

“Yasudah jangan patah semangat ya,”kata yesung menyemanagti

“Ne hyung. Tenang saja aku tidak akan menyerah.”jawab ryeowook

“Bagus itu dongsaengku,”kata yesung sambil memelukku

Aku balas memeluknya. Pelukan itu sangat hangat. Pelukan seorang kakak pada adiknya. Pelukan yang selalu membuatku merasa lebih baik. “Yesung hyung yang terbaik,”kataku sambil memeluknya. Dia hanya tersenyum.

“Berjuanglah, aku selalu mendukungmu.”katanya sambil melepas pelukkan dariku

“Ne pasti hyung,”jawabku

Di kamarnya eunhyuk uring-uringan karena rinmi tidak membalas sms maupun telponnya. Tetapi dia pun tidak mau mengganggu rinmi, takut kalau rinmi akan tambah marah padanya dan rencana dia untuk mendekati rinmi akan gagal. Eunhyuk pun akhirnya hanya bisa menunggu.

Tak terasa seminggu pun telah berlalu. tak satu pun dari mereka yang tau bagaimana  kabar rinmi sebenarnya. Handphonenya tidak aktif, sms pun tidak terkirim. Banyak dugaan-dugaan yang bermunculuan di pikiran keduanya. Mereka berpikir ada sesuatu yang tidak beres. Tidak ada tanda-tanda dari rinmi seminggu ini. Mereka pun tidak pernah bertemu dengan rinmi. Walaupun mereka sibuk tapi dalam seminggu atau sehari pasti mereka bertemu rinmi. Disengaja atau tidak.

“Wookie-ah, kau sudah tau kabar rinmi?”tanya yesung

“Belum hyung, handphonenya gak aktif. Aduh aku khawatir sekali.”kata ryeowook emas

“Tenanglah. Di dormnya juga gak ada?”tanya yesung lagi

“Eobseo hyuung,”jawab ryeowook

“Yasudah yasudah, bagaimana kalau kita tanya customer servis dibawah apa mereka tau dimana rinmi,”ajak yesung

“Baiklah ayo kita ke bawah.”kata ryeowook

Sesampainya dibawah, ternyata sudah ada eunhyuk disana.

“Sepertinya dia sudah bertanya duluan.”kata yesung

“Aku pikir juga gitu.  Sudahlah jangan urusi dia.”kata ryeowook dingin

“Hmm yasudah ayo kesana.”jawab yesung

“Jwiseonghamnida, saya mau tanya apa rinmi ada dikamarnya?”tanya ryeowook pada customer service

“Untuk apa kau menanyakannya?”kata eunhyuk tiba-tiba

“Tidak ada urusan denganmu. Lagian aku tidak bertanya denganmu. Urus saja urusanmu sendiri.”jawab ryeowook ketus

“YAK! BERANINYA KAU! AKU INI HYUNGMU!”bentak eunhyuk

“HYUNGKU???”bentak ryeowook balik

“Hyung macam apa yang selalu menekan dongsaengnya?? Kau yang buat aku sadar dan membuatku seperti ini. Kau lupa??”lanjut ryeowook

“Aku bilang kita harus professional kan?”kata eunhyuk ketus

“Siapa yang tidak professional disini?? Membentakku, menekanku dibelakang hyung yang lain, membawa masalah pribadi ditengah pekerjaan? SIAPA YANG GAK PROFESIONAL?”kata ryeowook meluapkan emosinya

“Aiiish NEO..!”belum selesai eunhyuk biara yesung segera melerai mereka berdua

“Sudah sudah.. BERHENTI! WOOKIE! HYUKIE! BIKIN MALU!”bentak yesung pada keuanya.

Mereka terdiam. Benar apa yang dikatakan yesung. Mereka public figure mudah sekali berita tentang hal ini menyebar. Akhirnya eunhyuk memutuskan untuk pergi ke atas, sedangkan ryeowook masih menunggu jawaban customer service tadi.

“Jwiseongmhamnida.”kata ryeowook

“Gwaenchana. Oh ya nona rinmi ya? saya tidak tau tuan.”jawabnya

“Tidak tau? Kau kan yang bekerja disini masa sampai tidak tau”tanya ryeowook emosi

“Ne jwiseonghamnida. Saya tidak lihat nona rinmi.”kata customer itu sedikit takut

“Hah.. baiklah kalau begitu, tapi kalau kau liat rinmi tolong langsung beritau saya. kamsahamnida”kata ryeowook lalu pergi

“Eottoke hyung?”tanya ryeowook

“Aku juga bingung wookie. Kau tau rumah temannya?”tanya yesung

“Mollayo”jawab ryeowook sedih

“Sudah nanti kita cari dia.”kata yesung menenangkan

“Ne hyung, aku khawatir.”kata ryeowook

“Arra,”jawab yesung

Mereka pun kembali ke dorm dan mengatur rencana untuk mencari rinmi. Sementara itu dirumah eunmi…

“Sudah seminggu berlalu ketika aku pergi dari dorm, bagaimana kabarnya sekarang ya?”lamun rinmi

“Lee Hyuk Jae bogosipheo,”tanpa sadar kuucapkan kata-kata itu.  Sepertinya aku merindukan namja satu ini. Kali ini bukan karena rasa bersalahku, tapi aku benar-benar merindukannya.

Kucoba ganti kartu ku kembali, tak lama kemudian aku mendengar getaran handphoneku.

Drrrrtt, drrrrrrtt

“Baru aku ganti sudah ada sms,”pikirku

“Omo! Ada 50 sms dan 115 pemberitahuan sms dan semunya dari… EUNHYUK?”pekikku kaget ketika tau nama yang tertera di handphonenya.

“Rinmi, kau dimana?”

“Rinmi, kenapa kau tidak balas smsku?”

“Rinmi, kau masih marah padaku?”

“Rinmi, aku mohon jawab telponku atau balas smsku, sekali saja supaya aku tau kau bik-baik saja.”

“Rinmi, aku khawatiiir! Kamu dimana? Sudah 5 hari kau tidak ada kabar? Kau dimana? L”

Masih banyak sms yang dia kirimkan untukku. Dan semua isinya menanyakan aku dimana. “Sekhawatir itu kah kau padaku lee hyuk jae?”pikirku senang

“Tapi mengapa ryeowook tidak meng-smsku ya? apa dia tidak khawatir padaku?”tanyaku begitu tau dari sebanyak sms itu tak ada satu pun dari ryeowook

“Ah biarkanlah. Aku masih malas berhubungan dengannya.”lanjutku

Saranghaetjanha uri hamkkehan manheun nal dongan
Hamkke apahaetjanha seoroui irin juldo moreugo

Neon eodi itneun geoni naui moksori deullijil anhni
Apeun nae shimjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok

Gaseumi nunmuri ddo neoui gieogi
Han bangul han bangul ddo nae gaseume heulleo naerinda
Ureodo ureodo jiweojiji anhneun gieogeul ddara
Oneuldo bin nae gaseumeul ddeo jeokshinda

Handphoneku berbunyi. Aku kaget melihat nama yang tertera dilayar handphoneku.

“Eunhyuk? aku angkat tidak ya?”pikirku

Kuputuskan untuk mengangkatnya.

“RINMIIII! Omo, kau kemana saja, aku khawatir padamu. Aku baik-baik saja?”tanyanya begitu aku mengangkat telpon

“Aku baik. Oppa jangan hubungi aku dulu. Aku mohon. Kau menggangguku dengan setumpuk sms dan misscallmu,”kataku dingin lalu menutup telponnya.

“Yeoboseyo! Yeoboseyo!”pekik eunhyuk

“Aiish kenapa kau ini rinmi?”tanya eunhyuk

“Kau masih marah padaku? Apa salahku? Hmm tapi tak apa. Aku senang mendengar suaramu yang baik-baik saja. Itu membuatku sedikit lega.”lanjutnya

“Mianhae eunhyuk oppa, jeongmal mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya belum siap mendengar suaramu. Aku masih ragu dengan perasaanku. ”kata rinmi sambil menatap telponnya.

Tak sadar air mataku jatuh. Aku bingung dengan perasaanku saat ini. “Kenapa saat aku menutup telponnya tadi aku merasa sakit, aku masih ingin mendengar suaranya. Aku masih merindukannya”kataku disela tangisku. Kupeluk boneka monyet yang kemarin kutemukan. “Untuk saat ini, kaulah pengobat rinduku padanya. Bantu aku, aku bingung dengan perasaanku.”kataku sambil memeluk boneka itu. Tak sadar aku pun tertidur.

Saat aku terbangun, kulihat eunmi sedang berdiri disampingku.

“Sudah bangun?”tanyanya

“Hmm iya. Jam berapa sekarang?”tanyaku

“Jam 8 malam. Kau tertidur dari sore tadi. Mian aku tak tega membangunkanmu.”katanya

“Astagfirullah, aku belum solat maghrib,”kataku yang membuat eunmi kaget

“Mian, aku gak tau.”katanya menyesal

“Ya, mau diapakan lagi. Yasudah akan kugabung saja sholatnya. Aku mau mandi dulu ya.”kataku segera menuju kamar mandi

“Ne, abis itu makanlah, nanti keburu dingin.”katanya sedikit berteriak

“Ne,”jawabku

Setelah selesai mandi dan sholat aku pun segera menuju ruang makan. Ternyata ibunya eunmi sudah menyiapkan makanan untukku.

“Kamsahamnida eomma,”kataku

“Ne chagi, makanlah. Tadi supmu dingin jadi kupanaskan lagi.”jawabnya

“Ne, aku makan ya eommaJ”

“Makanlah yang banyak. Kau ini terlihat lelah sekali tadi.”

“Hehehe, aku hanya capek eomma.”kataku

“Aku capek karena menangis,hehe”kataku dalam hati

Setelah selesai kami pun berkumpul diruang TV. Beginilah kegiatan kami beberapa hari ini, setelah selesai kami berkumpul untuk menonton drama. Maklum para wanita (hehehe).  Saat sedang menonton, tiba-tiba eunmi bertanya padaku. Mengapa aku tadi menangis. Aku kaget mengapa dia mengetahuinya.

“Mian tadi aku melihatmu dari balik pintu kamar, ketika kamu sedang melihat hp dan tiba-tiba kamu memeluk boneka monyet itu dan menangis. Ada apa rinmi-ya?”tanyanya

“Ah tidak. Sepertinya aku sedang menyukai seseorang. Tapi aku masih ragu denagn perasaanku.”jawabku

“Eh, nuguya? Aku kenal?”tanyanya senang

“Ani, dia temanku yang kuceritakan waktu itu.”jawabku

“Oh dia, kalau gitu kamu harus dengarkan kata hatimu rinmi-ya. kata hati tidak pernah berbohong. Walaupun mulutmu berkata tidak, tapi hatimu berkata iya. Mau diapakan lagi. jujurlah pada dirimu sendiri.”jelas eunmi

Aku hanya diam menanggapinya. Aku berpikir benar yang dikatakan eunmi. Kupaksakan hatiku untuk berkata tidak, tapi memang hati tidak bisa di bohongi. Aku menyukai naja ini. Aku menyukaimu, Lee Hyuk Jae.

“Hmm baiklah. Tapi aku butuh beberapa hari lagi untuk benar-benar menyakinkan perasaanku ini. Setelah itu baru kuputuskan untuk memberitaunya.”kataku mantap

“Baguslah. Aku mendukungmu.”kata eunmi sambil menepuk pundakku

“Gomawo,”kataku

“Ne cheonmaneyo,”jawabnya

Malam itu rinmi terlihat sedikit berbeda. Ada seutas kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Dia sedang jatuh cinta.

Pagi yang cerah di seoul membuat kita untuk segera membuka mata dan menikmati udara segarnya. Tapi tidak dengan kedua namja ini, ryeowook dan eunhyuk. mereka masih selalu kepikiran tentang rinmi. Terlebih eunhyuk, walaupun dia sudah mendengar suara rinmi kemarin, tapi itu membuatnya lebih tidak tenang. Dari suaranya rinmi terdengar asing, sepertinya masih marah terhadap dirinya.  Eunhyuk ingin keluar hari ini untuk menenangkan pikirannya. Dilain tempat, ryeowook terlihat tidak bersemangat. Walaupun dia berusaha menutupinya, tapi itu terlihat jelas. Terlebih dengan yesung.

“Ryeowook-ah, kau lesu sekali. Hari ini sedang bagus. Bergembiralah.”hibur sungmin

“Moodku lagi gak bagus hyung,”jawab ryeowook malas

“Beberapa hari ini aku lihat kau memang sedang badmood. Kenapa?”tanya sungmin lagi

“Gwaenchana. Aku sedang malas saja. Sudah ya hyung.”jawab ryeowook meninggalkan sungmin

“Ada apa sih dengannya?”tanya sungmin bingung

“Yesung hyung, aku mau tanya ryeowook kenapa?”tanya sungmin pada yesung yang baru datang

“Kenapa gimana?”tanya yesung balik

“Badmood banget dia.”jawab sungmin

“Mungkin sedang ada masalah, biarkan saja.”kata yesung lalu pergi ke kamarnya menghindari sungmin bertanya lebih banyak lagi

“Aku akan selalu tidak tenang kalau begini. Apa aku coba telpon rinmi ya?”pikir ryeowook

Ryeowook pun mencoba menghubungi rinmi.

“Nyambung!”teriaknya senang

Handphone rinmi berbunyi. Dia pun segera mengambil handphonenya. Dan kaget melihat ryeowook menelpon. Dia pun menjawab telpon itu.

“Hmm.”katanya

“Yeo.. yeoboseo. Rinmi-ya?”tanya ryeowook ragu

“Ada apa?”tanya rinmi dingin

“Apa kabar?”tanya ryeowook

“Baik, to the point aja. Ada apa?”kata rinmi ketus yang membuat ryeowook semakin salah tingkah

“Aa ani, aku hanya ingin mendengar suaramu dan memastikan kau baik-baik saja.”kata ryeowook gugup

“Sudah dengar? Aku baik. Sudah ya. jangan ganggu aku dulu.”kata rinmi sambil mematikan telponnya.

“Yeo yeoboseyo? Rinmi-ya?”tanya ryeowook ketika mendengar suara terputusnya telpon

“Sudah kukira, kau masih marah padaku rinmi-ya.”kata ryeowook kecewa

“Tumben dia nelpon. Masih inget toh.”kata rinmi sedikit kesal

“Kenapa lagi? Temanmu itu?”tanya eunmi

“Eh, bukan bukan. Hanya seseorang yang aneh aja.”kataku cepat

“Tapi keliatannya kau mengharapakan dia menelponmu ya?”tanya eunmi lagi

“Ah tidak. Dia itu orang menyebalkan.”jawabku

“Arra arra. Yasudah, hari ini aku ingin pergi ke taman. Kau mau ikut?”tanya eunmi

“Hmm boleh-boleh,”jawabku

~~~~~~~~~~

“Sudah lama aku tidak kesini.”kata eunhyuk

“Udara disini tidak berubah, terakhir kali aku kesini setahun yang lalu. Aku akan berjalan-jalan sebentar”lanjutnya

“Rinmi! Palliwa!”kata eunmi semangat

“Eunmi-ya! gidarilkke, kenapa harus pake sepeda sih?”kataku sambil mengatur nafasku

“Kau ini masih muda tapi cepat sekali lelah. Ayo tinggal dikit lagi.”katanya yang masih semangat

“Aiish untung kau temanku, “kata rinmi kesal

Sesampainya ditaman,,

“Aaa indah sekali,”kataku pada eunmi

“Baguskan? Ini taman paling indah di incheon.”katanya bangga

“Kenapa kau baru mengajakku kesini sekarang?”tanyaku

“Mianhae, aku baru ingat, hehe”katany sambil terkekeh

“Dasar kau ini, tapi gomawo ya udah ngajak aku kesini.”kataku

“Ne aku senang kalau kau suka.”jawabnya

“Aku sangat suka,”kataku

“Hmm eunmi-ya aku haus, kau tunggu disana saja ya, aku mau beli minuman dulu,”lanjutku

“Oh baiklah, jangan lama-lama ya,”katanya

Aku pun berjalan mencari tukang jualan. “Tapi kenapa disini tidak ada yang jualanminuman? Semuanya mainan anak-anak?”kataku kesal. Ketika sedang berjalan, ada seseorang yang menabrakku dari arah berlawanan.

*BUKK*

“Aduuh!”kataku

“Jwiseonghamnida agashi,”katanya sambil membungkukkan badan

“Ne, gwaencha.. eunhyuk oppa?”kataku terkejut ketika melihat siapa yang menabrakku tadi

“Ri.. Rinmi??”tanyanya tak percaya

“Ii,iya”jawabku gugup. Ya tuhan kenapa jantungku berdegup kencang sekali. Kurasakan keringat ingin sudah mengalir dari tubuhku. “Omo,, eunhyuk oppa!!! Bogosipeoyo”teriakku dalam hati. Tiba-tiba eunhyuk langsung memelukku.

“Bogosipheo, jeongmal bogosipheo,”katanya pelan. Aku bisa merasakan bahunya bergetar.

“Dia menangis?”tanyaku dalam hati

Kulepaskan pelukkannya. Kulihat wajahnya. Iya dia menangis. Ada bekas airmata yang jatuh dipipinya. Inginku hapus airmatanya itu, tapi kuurungkan niatku. Kurubah raut wajahku sedingin mungkin. Aku mulai bisa mengendalikan emosiku.

“Berhentilah menangis. Dasar namja cengeng.”kataku dingin

“Kau masih marah padaku?”tanyanya sambil menghapus airmatanya

“Tidak,”

“Lalu?”

“Aku ingin menyendiri.”kataku

“Kau bohong.”katanya

“Jangan asal. Kau tak tau ,apa aku bohong atau tidak.”kataku ketus

“Lalu kalau kau tidak bohong, tatap mataku ketika bicara.”katanya

Kucoba untuk menatap matanya. Sungguh aku tidak sanggup menatapnya lama-lama. Bisa kulihat ketulusan dari seorang lee hyuk jae. Kucoba tahan airmataku agar tidak jatuh. Aku tak mau menangis di depannya. Tapi sia-sia, pertahananku jatuh juga. Aku menagis diepannya. Eunhyuk yang melihatku menangis terlihat kaget dan segera memelukku.

“Neo, waeyo? Kenapa menangis? Uljima,”katanya lembut. Tetapi bukannya aku berhenti menangis, tangisku semakin keras. Bisa kurasakan baju yang dikenakan eunhyuk sudah basah karena airmataku.

“Mianhae, jeongmal mianhae,”kataku disela tangis

“Wae? Kenapa minta maaf? Kau tidak salah.”katanya menenangkanku

“Mianhae, jeongmal mianhae eunhyuk oppa,”tangisku makin menjadi. Eunhyuk mengeratkan pelukannya. Tangisku mulai mereda. Perlahan eunhyuk melepas pelukannya.

“Sudah tenang?”katanya sambil memgang kedua pipiku. Aku tau pipiku sudah semerah tomat sekarang.

“Hmm,ne gwaenchana.”kataku pelan

“Ayo kita duduk disana.”ajaknya

Aku pun mengikutinya. Dia merangkulku. Terasa begitu hangat walaupun udara disini semakin dingin.

“Duduklah disini, aku mau ambil minumanku yang tadi tertinggal di supermarket.”katanya

Aku hanya mengangguk. Ketika sedang menunggu eunhyuk, handphoneku berbunyi.

“Yeoboseyo? Eunmi-ya, mianhae. Aku ada urusan kau bisa pulang duluan? Ne. sepedaku kau titipkan saja di tempat penyewaan sepeda disana.. ok gomawo.”kataku menutup telpon

“Nugu?”tanya eunhyuk mengagetkanku

“Eh ani. Temanku.”jawabku menunduk

“Ini minumlah supaya kau tenang.”katanya seraya memberikan segelas coklat panas

“Gomawo,”kataku

Akupun langsung menyeruput coklat yang diberikan eunhyuk tadi. Lumayan bisa mengahangatkan tubuhku. Kami terdiam satu sama lain untuk beberapa saat.

“Kenapa kau minta maaf padaku tadi?”katanya memulai pembicaraan

“Ah ani. Lupakan saja.”kataku

“Tidak, ada sesuatu yang ingin kau katakana kan? Terlihat dari sorot matamu tadi.”katanya

“Ani oppa, gwaenchana.”kataku

“Yasudah. Rinmi-ya aku mau minta penjelasan kenapa kau menghilang seminggu ini?”tanya eunhyuk

“Aku mau menenangkan diri.”

“Lalu kenapa bicaramu begitu dingin kemarin?”

“Aa aku bingung bagaimana berhadapan denganmu lagi.”

“Wae?”

“Karena kejadian waktu itu.”

“Sudahlah, lagipula aku yang salah. Aku minta maaf ya.”katanya sambil mengelus rambutku

Aku menangis lagi. Aku tidak tahan untuk memendam perasaanku lagi.

“Kau kenapa nangis lagi? Uljima. Aku tidak suka melihatmu menangis.”katanya sambil menyeka airmataku

“Mianhae oppa, jeongmal mianhae.”kataku sambil menangis

“Untuk apa?”tanyanya sambil memelukku kembali

“Mianhae untuk menyukaimu.”kataku disela tangis

Eunhyuk terdiam. Dia masih mencerna kata-kataku tadi.

“Rinmi menyukaiku?”pikirnya. kueratkan pelukanku ke rinmi. Dia masih menangis. “Oh tuhan, benarkan yang aku dengar tadi?”

Rinmi melepaskan pelukannya. Setelah dia tenang, aku baru menanyakan apa maksud perkataannya tadi.

“Apa maksudmu tadi rinmi-ya?”tanya eunhyuk

“Oppa, aku minta maaf karena aku telah menyakitimu waktu itu, dan maaf aku telah lancang untuk menyukaimu.”kataku pelan

Eunhyuk tidak menjawab, dia hanya memelukku. Pelukkan kali ini berbeda, bukan pelukkan untuk menenangkan, tetapi pelukkan untuk menerima hatiku.

“Saranghae,”bisiknya

“Nado,”jawabku sambil membalas pelukkannya.

Ketika mereka sedang berpelukan, terlihat seseorang sedang memperhatikan mereka diseberang sana. tubuhnya bergetar karena menahan amarah, jari-jarinya terkepal sangat kuat hingga muncul urat-urat tangannya. Giginya bergerutuk keras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s