annyeooooooooooooooooongggg……..

dea is back hahahaa mian, jeongmal mianhaeyo baru sempet nerusin FF nya T^T

ini bikinnya ngebut *karena permintaan andra*  jadi ga tau bagus apa engga

kritik dan saran apalagi komen masih di tunggu karena dea masi hoobae dalam hal tulis menulis

selamat membaca aja deh hahahaaa…

 

– Pembicaraan dimalam hari –

 

Aku datang ke beranda gedung, tempat favoritku selama aku berada disini, untuk beristirahat. Aku merentangkan badanku yang rasanya mau remuk gara-gara menyetir mobil tadi siang. Padahal jarak Cheonam ke Daejeon tidak terlalu jauh, tapi kenapa badanku pegal sekali? Apa karena sudah lama tidak menyetir mobil? Aku kira perjalanan hari ini akan menyenangkan tetapi dugaanku salah. Bukannya menyenangkan tapi malah jadi bencana karena Kyuhyun dan Jinki oppa mabuk, “Dasar orang korea doyan mabuk,” geramku.

Aku mengamati beranda yang sering aku datangi ini. Walaupun sudah malam, aku pasti akan datang ke tempat ini, entah kenapa udara di Cheonam sangat segar pada malam hari, terutama di tempat ini. Aku jadi ingat, di beranda ini, aku mengobrol dengan Kyuhyun kemarin malam. Apa dia akan kesini lagi malam ini? Aaaahh… tapi sepertinya tidak mungkin, tadi siang kan dia habis minum pasti sekarang Kyuhyun sedang tidur.

“Hey, ternyata kau ada disini juga,” kata Kyuhyun. Aku berbalik dan benar dia Kyuhyun.

“Kenapa kau kesini? Aku kira kau tidur karena tadi siang kau habis minum,” tanya ku.

“Tidur? Hanya minum sebotol saja kok, aku tidak perlu tidur,” jawab Kyuhyun dengan santai. “Apanya yang tidak tidur? Selama perjalanan Daejeon ke Cheonam kan kau tertidur,” kataku dalam hati.

“Kau tidak pusing? Jinki oppa saja sejak kita datang sampai sekarang dia masih tertidur dan kau tidak merasakan apa-apa?” tanyaku.

“Dia tidur? Ah dasar payah, cuman minum satu botol saja sudah rubuh. Aku baik-baik saja,” kata Kyuhyun.

“Aish… dasar murid dewa mabuk,” batinku.

“Lalu, kenapa kau berada disini?” tanya Kyuhyun padaku.

“Oh, aku hanya ingin mencari udara segar saja,” kataku.

“Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Kyuhyun padaku.

“Apa yang mau kau tanyakan?” tanyaku.

“Mengapa kau memanggil Jinki-ssi dengan oppa sedangkan kau memanggilku Kyuhyun-ssi? Kau bilang kau adalah fansku, semua fans ku memanggilku oppa tetapi kau tidak, itu sangat aneh bagiku,” kata Kyuhyun.

“Oh masalah itu, aku hanya tidak biasa memanggilmu oppa seperti elf korea,” jawabku.

“Lalu kenapa kau memanggil Jinki-ssi dengan sebutan oppa? Apa dia kekasih mu?” tanya Kyuhyun.

“Aniyo, dia hanya seorang sunbae, tetapi dia tidak suka dipanggil sunbae makanya dia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan oppa, tidak hanya aku saja, Hye In juga memanggilnya oppa.”

“Oh begitu, aku kira dia pacarmu.”

“Tidak, kau salah. Dia sunbaeku.”

“Kalau begitu, aku rasa dia menyukaimu.”

“Tidak mungkin. Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Karena dia selalu bersikap baik kepadamu.”

“Jinki oppa selalu baik pada semua orang, aku pikir begitu.”

“Hemm… sulit diprediksi kalau dia seperti itu,” kata Kyuhyun misterius.

“Prediksi apa?” tanyaku heran.

“Oh tidak, lupakan saja. Omong-omong, kau berasal dari mana? Asia juga?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku dari Indonesia,” jawabku.

“Indonesia? Aku pernah ke sana, di sana panas sekali tidak seperti di Korea,” seru Kyuhyun.

“Ya iya lah panas, negara khatulistiwa gitu,” batinku.

“Apa kau tidak rindu dengan keluarga mu?” tanya Kyuhyun lagi.

“Ya, aku rindu sekali dengan mereka,” jawabku. Aku jadi teringat dengan keluargaku di Indonesia. Terakhir aku pulang ke Indonesia mungkin enam bulan yang lalu saat libur kuliah. Terbersit di hatiku untuk pulang ke rumah, aku sudah kangen suasana Indonesia.

“Hey, ternyata kau di sini. Ayo masuk, kita harus mengemas barang-barang karena besok kita akan pulang,” kata Hye In yang muncul tiba-tiba.

“Besok kita pulang?” tanyaku disusul dengan anggukan kepala Hye In.

“Baiklah, kau masuk duluan saja sebentar lagi aku akan menyusul,” kataku.

“Baiklah,” balas Hye In kemudian Hye In masuk ke dalam gedung meninggalkan kami berdua.

“Kau akan pulang besok?” tanya Kyuhyun.

“Sepertinya begitu,” jawabku lemas.

“Lebih baik kau masuk sekarang, temanmu pasti menunggumu di dalam, terutama Jinki oppamu, itu juga kalau dia sudah bangun hahahaaa…” kata Kyuhyun menggodaku.

“Ya! Jangan menggodaku, dia sunbaeku,” balasku.

“Ne arasseo, cepat masuk sana!” seru Kyuhyun.

“Ne, aku masuk dulu. Geureom,” kataku sambil berlalu.

 

*******

 

Aku berjalan masuk ke dalam gedung sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun. “Bagaimana bisa dia berpikir kalau Jinki oppa menyukaiku? Itu mustahil,” batinku.

“Hey, kenapa berjalan sambil melamun? Nanti kau bisa tertabrak,” Jinki oppa muncul di depanku.

“Eh, ah, eh, ah ah… ne oppa,” kataku tergagap-gagap. Kenapa oppa harus muncul saat aku memikirkan hal tadi sih? Aku jadi salah tingkah kan.

“Apa kau sakit? Mengapa kau berbicara tergagap-gagap?” tanya Jinki oppa sambil memegang dahiku. Dengan cepat aku menepis tangannya, kalau tidak bisa merah mukaku.

“Aku tidak sakit oppa, hanya sedang memikirkan sesuatu dan tiba-tiba kau datang,” elakku.

“Hemm, baiklah. Dari mana saja kau?” tanya Jinki.

“Aku habis dari beranda luar oppa,” jawabku. “Oh ya, bagaimana keadaanmu? Apa sudah mendingan? Tidak pusing lagi?” tanyaku.

“Ehm… kepalaku sudah mendingan, tidak sepusing tadi siang,” jawab Jinki sambil memegang kepalanya.

“Apa kau mau ku buatkan air madu?” tawarku.

“Sepertinya itu akan baik untuk kepalaku,” jawab Jinki oppa dan kami berdua pergi menuju dapur.

 

 

Di Dapur,

 

Aku mengambil madu dari dalam lemari dan mencampurkannya dengan air dingin. Kebanyakan orang korea meminum air madu setelah mereka minum, mungkin air madu bisa menghilangkan pusing di kepala karena alkohol. Setelah selesai membuat air madu, aku pergi menuju meja makan.

“Ini airnya oppa,” kataku sambil menyodorkan gelas yang berisi air madu.

“Ne, gomawo,” kata Jinki oppa lalu dia meminum air madunya.

“Oppa, kenapa kau minum tadi siang? Kau kan tidak kuat minum,” tanyaku.

“Kau ini, aku minum juga karena kamu tahu?” jawabnya.

“Karena aku? Memangnya aku kenapa?” tanyaku lagi.

“Apa kau tidak tahu? Tadi kau duduk berhadapan dengan Kyuhyun-ssi sementara dia minum sendirian dan di Korea ada mitos kalau ada seseorang yang duduk berhadapan dengan orang yang sedang minum dan kau tidak ikut minum juga, maka kau bisa tidak menikah untuk beberapa tahun,” kata Jinki oppa panjang lebar.

“Benarkah?” tanyaku kaget.

“Seperti itu lah yang aku ingat, makanya kau menyuruhmu untuk bertukar posisi tempat duduk.”

“Wah… kau baik sekali oppa, untung ada kau jadi aku bisa menikah, hahahahaaa…” kata ku sambil tertawa.

“Memangnya kau mau menikah dengan siapa?” Jinki oppa langsung bertanya padaku. Spontan aku terkejut dengan pertanyaan yang satu ini.

“Ehm… aku juga belum tahu oppa, hehehe… mungkin dengan orang yang seperti Kyuhyun-ssi,” jawabku.

“Kenapa harus dia? Apa karena kau fans nya?”

“Ehm… aku kira seperti itu hehehe…” jawabku.

Raut muka Jinki oppa langsung berubah begitu mendengar jawabanku tadi. Apa ada yang salah dengan perkataanku tadi? Aku tidak suasana seperti ini.

“Oppa, kau kenapa? Kenapa raut mukamu seperti itu? Apa kau merasa pusing atau mual?” tanyaku dengan muka cemas.

“Tidak, lebih baik kita pergi ke ruang tengah untuk membantu yang lainnya berkemas untuk besok pagi,” kata Jinki dingin. Kemudian dia bangun dari duduknya dan langsung pergi menuju ruang tengah.

“Ne oppa,” jawabku sambil mengikuti di belakangnya. “Kenapa oppa seperti itu? Apa dia marah? Tapi marah kenapa? Aaarrrgggggghhhh….. Aku pusing,” batinku.

Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang menyedihkan bagi ku… Ya Allah kuatkan lah batinku ini… T^T

 

Mian cuma sedikit yaaa…. next time dilanjut part terakhirnya ^^*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s